Thursday, 04 August 2016

10 Tanda Kamu Harus Mempertimbangkan untuk Pindah Kantor

Akibat sudah bekerja bertahun-tahun bekerja di tempat yang sama, kamu jadi terperangkap dalam zona nyaman. Ini hal yang kurang bagus lho, karena kamu bisa berujung mengubur banyak potensi untuk berkembang dalam segi karier. Selagi masih berusia muda, tidak ada salahnya kok mempertimbangkan untuk pindah kantor. Apalagi kalau kamu mengalami kendala-kendala seperti berikut ini :

Tidak ada kesempatan belajar
Salah satu modal untuk melangkah lebih tinggi dalam jenjang karier adalah pengalaman. Namun tentunya tidak banyak pengalaman yang bisa kita peroleh saat lingkup tanggung jawab pekerjaan kita hanya itu lagi, itu lagi. Kita jadi tidak punya kesempatan untuk belajar dan memperkaya sepak terjang kita. Segeralah mencari tempat kerja baru kalau masalah ini sudah mulai kamu alami.

Gaji yang kurang sesuai dengan kebutuhan
Dengan inflasi yang semakin tinggi dari tahun ke tahun, sudah sewajarnya kita mengejar pendapatan yang lebih tinggi pula. Faktanya, akan lebih mudah mendapat gaji yang lebih tinggi setelah pindah kerja dibandingkan menunggu datangnya kenaikan gaji yang tidak pasti. Kebutuhan yang makin beragam seiring bergulirnya fase hidup kita juga bakal menuntut gaji yang makin tinggi dan karier yang makin mapan. Selain itu, kamu juga harus memastikan kamu punya tabungan yang cukup untuk menanggung hidup setelah pensiun. Kamu nggak mau kan tak berujung lebih besar pasak daripada tiang?

Suasana kantor yang tidak kondusif
Suasana kantor adalah salah satu poin utama yang dicari oleh para pelamar kerja. Suasana kantormu dipenuhi kolega yang suka bergosip, saling menjatuhkan, tak bertanggung jawab pada kemajuan tim atau perusahaan, dan kamu sudah tak tahan lagi? Daripada tertekan sendiri, lebih baik kamu mulai mencari-cari lowongan pekerjaan di tempat yang lebih baik.

Lingkungan yang tidak nyaman
Kantor yang jauh, kurang aman, atau sulit dijangkau dengan kendaraan umum mungkin jadi hal yang dilumrahkan oleh sebagian pekerja di kota besar. Tapi jangan disepelekan, perjalanan komuter bolak-balik kantor di area Jabodetabek saja bisa makan waktu total 4 jam dalam sehari. Jika ditambah 8 jam waktu berkantor, artinya kamu akan menghabiskan 75% waktu bangun kamu hanya untuk urusan pekerjaan, lho. Tinggal dikembalikan lagi saja ke diri sendiri, apakah rela mendedikasikan effort sebesar itu. Kalau jawabannya tidak, mungkin ada baiknya kamu mulai berpikir untuk pindah kerja di tempat yang lebih dekat rumah, atau yang aksesnya lebih memadai agar “umurmu” tidak habis di jalan.