Monday, 01 February 2016

Tips Karier untuk Usia 20-an 30-an dan 40-an

Meniti karier punya seni tersendiri. Sejak masih mencari pekerjaan pertama, hingga memasuki masa pensiun, tentunya kita akan melewati tantangan yang berbeda-beda. Umumnya makin kaya pengalaman, maka makin bijak pula kita mengambil langkah. Ikuti beberapa tips berikut ini agar kariermu bisa menanjak dengan maksimal sesuai rentang usiamu:

•    Umur 20-an
Umur ini menandai awal karier bagi para fresh graduates. Inilah saat kamu akan bekerja di bawah bimbingan seorang atasan dan belajar banyak darinya. Agar kariermu cepat berkembang, jangan ragu untuk membuat dirimu lebih "terlihat" dalam perusahaan. Caranya, buatlah terobosan dengan cara kerja yang melebihi ekspektasi atasanmu. Sampaikan pemikiran segar dan hasil pengamatanmu tentang tren masa kini. Dunia kerja yang dinamis, seperti di bidang teknologi dan sains, akan menerima insight kamu dengan tangan terbuka. Saat ada kesempatan, bangunlah relasi dengan kolega dan teman-teman pekerja dari bidang lainnya. Aktiflah bergabung dalam berbagai kegiatan untuk membangun koneksimu.

•    Umur 30-an
Di umur ini, banyak orang yang produktivitasnya sedang dalam masa keemasan. Pengalaman dan keahlianmu tentu sudah cukup terasah untuk menerima peran yang lebih besar dalam perusahaan. Pakai kesempatan ini agar jenjang kariermu tidak stagnan. Jika ingin pindah kerja, pikirkan efek jangka panjangnya. Apakah pekerjaan barumu ini bisa mendongkrak jenjang kariermu seterusnya? Di samping itu usahakan juga agar ada keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi. Jangan sampai akibat tuntutan pekerjaan kamu kesulitan membagi waktu untuk dirimu sendiri dan keluarga. Buatlah target yang realistis untuk kamu capai di rentang umur ini. Misalnya digelari sebagai "expert" atau ahli dalam bidang pekerjaanmu.

•    Umur 40-an
Tingkat kemapanan biasanya dicapai setelah mencapai usia 40an. Secara finansial, idealnya kamu harus bisa menabung untuk kebutuhan pensiun.  Kamu juga harus siap sedia untuk pengeluaran-pengeluaran darurat. Contohnya untuk pendidikan anak, kebutuhan keluarga, sampai masalah kesehatan. Bicara tentang kesehatan, kamu tak boleh menunda lagi untuk mulai hidup sehat. Jaga asupan makananmu, jauhi rokok, dan berolahragalah secara teratur. Memasuki usia paruh baya ini adalah masa di mana gaya hidupmu mulai jadi faktor signifikan bagi kondisi fisikmu di hari tua nanti.

Foto: Shutterstock