Kapan Waktu yang Tepat Mulai Mengonsumsi Pasak Bumi untuk Pria?
Dalam beberapa tahun terakhir, Pasak Bumi semakin dikenal sebagai herbal yang dikaitkan dengan vitalitas pria. Tidak sedikit yang mengonsumsinya untuk meningkatkan stamina, performa, hingga kualitas hormon testosteron. Namun, pertanyaannya: kapan sebenarnya waktu yang tepat bagi pria untuk mulai mengonsumsi Pasak Bumi?
Apakah harus menunggu usia tertentu, atau justru bisa dikonsumsi sejak dini sebagai bentuk pencegahan? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami dulu bagaimana Pasak Bumi bekerja di dalam tubuh.
Mengenal Cara Kerja Pasak Bumi pada Tubuh Pria
Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) dikenal sebagai herbal yang memiliki efek terhadap hormon androgen, terutama testosteron. Hormon ini berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh pria, mulai dari libido, massa otot, hingga energi harian.
Sejumlah penelitian menunjukkan potensi tersebut. Salah satunya menyebutkan bahwa “treatment with water extract of Pasak Bumi root… increase the concentration of testosterone”. Penelitian lain juga menemukan peningkatan signifikan kadar hormon setelah konsumsi Pasak Bumi. Disebutkan bahwa kadar testosteron dapat meningkat secara signifikan setelah konsumsi Pasak Bumi.
Artinya, secara ilmiah, Pasak Bumi memang memiliki potensi dalam membantu menjaga keseimbangan hormon pria, meskipun efeknya bisa berbeda pada setiap individu.
Tanda Pria Mulai Membutuhkan Pasak Bumi
Tidak semua pria perlu langsung mengonsumsi Pasak Bumi. Biasanya, kebutuhan ini muncul ketika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan hormon atau stamina.
Beberapa kondisi yang bisa menjadi indikator antara lain:
1. Usia di atas 30–40 tahun
Produksi testosteron secara alami mulai menurun seiring bertambahnya usia. Penurunan ini bisa berdampak pada energi, mood, dan performa fisik.
2. Mudah lelah dan kurang bertenaga
Jika tubuh terasa cepat lelah meski aktivitas tidak terlalu berat, bisa jadi ini berkaitan dengan stamina atau keseimbangan hormon.
3. Penurunan libido
Salah satu tanda paling umum dari rendahnya testosteron adalah menurunnya gairah seksual.
4. Massa otot berkurang
Meski rutin berolahraga, hasil yang didapat terasa stagnan atau menurun.
Tidak Harus Menunggu Usia 30-an
Meskipun Pasak Bumi sering direkomendasikan untuk pria usia 30 tahun ke atas, bukan berarti pria di usia 20-an akhir tidak membutuhkannya.
Faktanya, kebutuhan setiap orang bisa berbeda, tergantung gaya hidup yang dijalani. Pria dengan aktivitas tinggi, tingkat stres tinggi, kurang tidur, atau rutinitas kerja yang padat bisa saja mengalami penurunan stamina lebih cepat.
Dalam kondisi seperti ini, konsumsi Pasak Bumi di usia 20-an dapat membantu menjaga stamina agar tetap optimal, terutama bagi mereka yang harus tetap produktif di tengah kesibukan sehari-hari.
Dengan kata lain, bukan hanya soal usia, tetapi juga bagaimana tubuh merespons tekanan aktivitas harian.
Pilihan Praktis untuk Pria Aktif
Bagi pria dengan aktivitas padat, memilih bentuk konsumsi yang praktis tentu menjadi nilai tambah. Saat ini, Pasak Bumi tidak hanya tersedia dalam bentuk tradisional, tetapi juga dalam bentuk kapsul yang lebih mudah dikonsumsi.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah NEO hormoviton dalam kemasan kapsul. Dengan bentuk kapsul, produk ini praktis diminum kapan saja, baik di pagi hari sebelum beraktivitas maupun saat tubuh membutuhkan tambahan energi, sehingga cocok untuk mendukung stamina pria pria dewasa di tengah rutinitas yang padat.
Namun, tetap ingat, suplemen bukan pengganti gaya hidup sehat. Kombinasi antara nutrisi seimbang, olahraga, dan istirahat cukup tetap menjadi kunci utama untuk menjaga performa dan kesehatan Pria Dewasa dalam jangka panjang.
Artikel Lainnya: Menemukan Passion di Usia 30-an, Mungkinkah Melakukan Career Switch?
Daftar Pustaka
- Ang, H. H., & Lee, K. L. (2002). Effect of Eurycoma longifolia Jack on sexual qualities in middle aged male rats. Journal of Basic and Clinical Physiology and Pharmacology.
- Tambi, M. I., & Imran, M. K. (2012). Eurycoma longifolia Jack in managing idiopathic male infertility. Asian Journal of Andrology.
- Journal Farmasi Indonesia. Pengaruh Ekstrak Pasak Bumi terhadap Kadar Testosteron.
- INSIST Journal Universitas Lampung. Efek Pasak Bumi terhadap Peningkatan Hormon Testosteron.
Related Articles
Patut Dicoba, Gaya Hidup yang Mendukung Stamina Pria Dewasa
Pria dewasa kerap menyadari pentingnya stamina saat tubuh mudah lelah, sulit fokus, atau performa menurun. Berikut gaya hidup yang mendukung stamina pria dewasa
Cara Membangun Kedekatan Emosional dengan Pasangan Setelah Bertengkar
Pria Dewasa, momen setelah konflik adalah waktu penting untuk mengambil peran. Bukan sekadar diam atau menunggu, tetapi memastikan hubungan stabil dan nyaman
6 Ciri-ciri Testosteron Menurun
Penurunan testosteron adalah proses alami, namun bukan berarti tak dapat dikendalikan. Tubuh sering memberi sinyal awal. Kenali 6 cirinya!