Wednesday, 16 September 2020

Hubungan Intim Idealnya Berapa Kali Dalam Seminggu, Sih?

Bagi pasangan, melakukan hubungan intim merupakan sebuah kewajiban yang harus mereka lakukan secara rutin. Tak melulu soal memuaskan hasrat masing-masing dan membuat hubungan menjadi lebih harmonis, berhubungan intim bersama pasangan juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, mulai dari melatih kekuatan otot jantung, membakar kalori tubuh, mengurangi risiko kanker prostat pada pria, menjaga daya tahan tubuh, dan manfaat baik lainnya. Namun, untuk dapat menikmati berbagai manfaat dengan lebih maksimal, idealnya berapa kali kita harus berhubungan intim bersama pasangan?

Frekuensi Berhubungan Intim yang Ideal?

Menurut penuturan seorang seksolog, dr.Boyke Dian Nugraha, DSOG, MARS, yang dilansir dari laman online Kompas.com, frekuensi berhubungan intim yang ideal adalah sebanyak satu hingga empat kali dalam seminggu. Hal ini berdasarkan kondisi fisiologis pada pria maupun wanita, di mana produksi sperma sudah memenuhi kuota penampungan dan kaum wanita memiliki jangka waktu satu minggu untuk mendapatkan kepuasan. Tak hanya itu, melakukan hubungan intim dalam frekuensi ini juga memungkinkan organ vital pada kedua pihak bisa istirahat sejenak, sehingga bisa kembali mendapatkan kepuasan yang maksimal nantinya.

Melakukan Hubungan Intim Sesuai Kemampuan Tubuh

Pada praktiknya melakukan hubungan intim disesuaikan dengan kemampuan dan mood masing-masing orang. Oleh karena itu, setiap pasangan bebas melakukannya kapanpun sepanjang keduanya sama-sama mampu dan menikmatinya. Kemudian ia juga menambahkan bahwa berhubungan intim sebaiknya dilakukan secara spontan tanpa harus dijadwalkan dengan ketat atau dengan aturan tertentu, namun tentu dengan persetujuan masing-masing pihak agar tidak ada yang merasa terpaksa.

Mengatur Strategi

Agar tak terasa bosan dan stamina tak mudah habis, coba lakukan hubungan intim bersama pasangan dengan mengatur strategi yang baik. Misalnya saja dengan memberi jeda satu hari atau melakukannya secara selang-seling. Dengan melakukan hubungan intim secara rutin dan sesuai kemampuan inilah yang akan membuat peredaran darah menjadi lebih lancar, membuat hubungan menjadi lebih bergairah, dan membuat tubuh sehat serta terlihat awet muda.

Agar stamina tetap terjaga, jangan lupa juga untuk selalu memerhatikan asupan nutrisi melalui makanan bergizi, olahraga teratur, dan mencukupi kebutuhan istirahat setiap harinya. Sebagai pria dewasa, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen tambahan seperti NEO hormoviton Pasak Bumi dua kali sehari, mengandung bahan alami seperti Ginseng Extract, L-Arginine, Pasak Bumi dan juga Vitamin B Complex bisa  bikin kamu jadi #PriaAntiKendor yang fit danberstamina seharian, dan tentunya membuat pasangan merasa puas di atas ranjang.

Hadir dalam kemasan tablet dan juga botol 330 ml, NEO hormoviton Pasak Bumi siap bikin hari-harimu makin bertenaga dan menyenangkan bersama pasangan!

Related Articles

Musim Hujan dan Cuaca Dingin Berpengaruh ke Gairah dan Vitalitas Pria Dewasa? Ini Alasannya!
ROMANTIC 10/02/2021
Musim Hujan dan Cuaca Dingin Berpengaruh ke Gairah dan Vitalitas Pria Dewasa? Ini Alasannya!

Sebagai pria dewasa, kamu pasti setuju kan kalau tak hanya adanya anjuran untuk bekerja dari rumah atau WFH selama pandemi, cuaca dingin akibat musim hujan tentunya juga bisa membuatmu lebih bergairah untuk menghabiskan waktu lebih lama di rumah bersama p

Sadar Nggak Sih, Ini Lho Kode Pasangan Saat Ingin Melakukan Hubungan Intim!
ROMANTIC 03/02/2021
Sadar Nggak Sih, Ini Lho Kode Pasangan Saat Ingin Melakukan Hubungan Intim!

akan ada waktu di mana pasangan kamu akan memberikan “kode unik” atau bertingkah flirty ketika mereka menginginkan waktu intim bersama kamu, kok. Apa saja, ya?

6 Hal yang Bisa Mengganggu Kenikmatan Hubungan Intim Kamu dan Pasangan
ROMANTIC 08/12/2020
6 Hal yang Bisa Mengganggu Kenikmatan Hubungan Intim Kamu dan Pasangan

Makanya nggak heran deh kalau pada akhirnya kalian terpaksa menghentikan momen intim nan menyenangkan di pertengahan jalan karena mood sudah terlanjur hilang. Kira-kira apa saja, ya?