Tuesday, 29 August 2017

Benarkah Wanita Berusia Lebih Panjang dari Pria?

Dilansir dari kumparan.com, hasil survei BPS menunjukkan angka harapan hidup perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Survei yang dilaksanakan setiap tahun dan di setiap provinsi itu memperlihatkan hasil serupa: perbedaan angka harapan hidup perempuan dan laki-laki terpaut empat tahun.

Pada 2010-2014, harapan hidup laki-laki ada di angka 68 tahun, sedangkan angka harapan hidup perempuan 72 tahun. Sementara tahun 2015, baik laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan angka harapan hidup satu tahun. Berdasarkan rata-rata nasional, angka harapan hidup perempuan adalah 73 tahun, dan laki-laki 69 tahun.

Ternyata hal serupa bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain. Angka harapan hidup wanita kerap lebih tinggi dari pria meskipun perbandingannya berbeda di setiap negara. Misalnya seperti dilansir dari situs American Scientific, rata-rata usia wanita di AS lebih panjang 6,7 tahun dibandingkan pria, di India terdapat selisih 0,6 tahun, Bangladesh 0,1 tahun, hingga Rusia yang mencapai selisih 12 tahun!

Terdapat banyak faktor yang diduga sebagai penyebab lebih rendahnya angka harapan hidup pria. Faktor biologis maupun sosial berperan sama penting dan menunjukkan bahwa wanita memang lebih ‘diuntungkan’ dalam hal panjang umur.

Faktor Biologis

Kromosom XX
Seperti diketahui umum, kromosom wanita terdiri dari gen kromosom XX dan pria gen kromosom XY. Ternyata kromosom X ganda yang dimiliki wanita dinilai lebih menguntungkan. Sebab, ketika terjadi mutasi pada salah satu gen kromosom X, maka wanita masih memiliki kromosom X kedua sebagai penggantinya.Namun tidak demikian dengan laki-laki, kromosom X yang mereka miliki bersifat unik sekalipun sifat yang dibawa tidak bagus atau tidak menguntungkan.

Hormon reproduksi
Selanjutnya, hormon wanita dan peran wanita dalam reproduksi dikaitkan dengan usia yang lebih panjang. Estrogen, misalnya, memfasilitasi penghilangan kolesterol jahat dan dengan demikian dapat menghindarkan wanita dari risiko penyakit jantung; Testosteron, di sisi lain, berhubungan dengan kekerasan dan pengambilan risiko. Selain itu, tubuh wanita harus membuat cadangan untuk mengakomodasi kebutuhan kehamilan dan menyusui; Kemampuan ini telah dikaitkan dengan kemampuan yang lebih besar untuk mengatasi masalah makan berlebih.

Faktor Sosial

Bidang kerja
Meskipun saat ini kesempatan kerja yang dimiliki wanita hampir setara dengan pria, namun pada praktiknya wanita dan pria kerap memiliki peran yang berbeda dalam dunia kerja. Aktivitas profesional wanita rata-rata kurang merugikan kesehatan mereka. Pengamatan menunjukkan bahwa meningkatnya jumlah kematian laki-laki di negara-negara industri dapat dijelaskan dengan munculnya apa yang disebut "penyakit buatan manusia", yang lebih khas laki-laki. Ini termasuk paparan bahaya di tempat kerja dalam konteks industri, kecanduan alkohol, merokok dan kecelakaan di jalan raya, yang memang telah meningkat pesat sepanjang abad ke-20.

Prioritas hidup
Seorang demografer asal prancis, Jacques Vallin mengamati perbedaan angka harapan hidup wanita dan pria dalam waktu yang lama. Wanita melihat tubuh dan kesehatan mereka dengan cara yang amat berbeda dengan pria. Seorang wanita merasa tubuhnya harus tetap awet muda dan sehat selama mungkin, sedangkan tubuh pria kerap dihubungkan dengan risiko dan tantangan sejak dini. Hasilnya adalah wanita lebih memperhatikan tubuh dan kebutuhan mereka sehingga lebih mudah berdialog dengan dokter. Wanita cenderung merawat tubuh mereka sehingga dapat mempraktikan aktivitas yang lebih sehat dan secara tidak langsung memperpanjang umur wanita dibandingkan pria.

Meskipun demikian, hidup panjang saja bukanlah satu-satunya hal yang penting. Namun meningkatkan kualitas hidup seseorang adalah prioritas yang lebih utama. Misalnya saja, Anda harus menjaga kesehatan agar di sisa usia dapat memiliki tubuh yang sehat dan jauh dari penyakit. Kualitas hidup juga dapat diukur dari kebahagiaan Anda. Percuma saja hidup lama jika Anda tidak merasa bahagia, bukan? Oleh karena itu biasakanlah untuk selalu hidup sehat baik secara fisik maupun emosional, dimulai dari sekarang