Monday, 28 August 2017

Ini Tokoh-tokoh Paling Gagah dalam Cerita Rakyat Indonesia

Meskipun Anda sudah menjadi pria dewasa, mengidolakan tokoh-tokoh pahlawan super sudah menjadi hal yang lazim. Sebuat saja Superman, Batman, Iron Man, Captain America, dan sederet nama superhero lainnya. Tidak heran sih, penampilan yang keren, kekuatan super untuk menolong banyak orang, plus pacar yang cantik, bikin para superhero ini sering dijadikan role model. Namun tahukah Anda, kalau sebenarnya ada pula para superhero  asli Indonesia yang juga tak kalah gagah dan perkasa? Yuk kenalan dengan mereka!

Gatotkaca

Kebudayaan Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Agama Hindu yang berasal dari India. Termasuk juga kisah para dewa dewi agama Hindu yang tertulis dalam kisah Mahabharata. Kisah tersebut kemudian diadaptasi menjadi kisah pewayangan jawa. Salah satu tokoh yang melegenda adalah Gatotkaca atau Gatotkoco. Tokoh satu ini berasal dari keluarga Pandawa yang merupakan keluarga protagonis dalam kisah ini (keluarga Kurawa berperan sebagai keluarga antagonis). Gatotkaca merupakan anak dari Bimasena dan Arimbi. Sejak kecil Gatotkaca sudah menunjukkan keistimewaannya. Tali pusarnya tidak bisa dipotong dengan senjata apapun meskipun sudah berusia satu tahun. Akhirnya tali pusar Gatotkaca kecil berhasil dipotong dengan sarung pembungkus senjata pusaka Konta. Beranjak dewasa, Gatotkaca sering diandalkan oleh para dewa dalam peperangan. Hal ini dikarenakan Gatotkaca punya berbagai kesaktian seperti bisa terbang, kekuatan luar biasa, dan tidak mempan dilukai dengan senjata biasa. Sayang, dalam sebuah peperangan besar antara Pandawa dan Kurawa, Gatotkaca berhasil dibunuh karena salah satu musuhnya menusuk dengan senjata Konta. Meski demikian, hingga akhir hayatnya, Gatotkaca berhasil merobohkan ribuan pasukan musuh ketika badannya yang besar terjatuh dan menimpa para musuh. Gatotkaca sering dijadikan simbol kekuatan dan kegagahan hingga saat ini.

Si Pitung

Meskipun sosok Si Pitung diyakini sebagai kenyataan, namun tokoh satu ini memang cukup kontroversial. Dalam cerita versi Belanda, Si Pitung dianggap sebagai pencuri yang diburu dan penuh muslihat. Namun sebaliknya, dalam versi Indonesia, Si Pitung justru dianggap pahlawan rakyat. Hal ini dikarenakan ulah Si Pitung yang kerap mencuri dari juragan-juragan kaya di zaman Belanda dan memberikan hasil curiannya kepada masyarakat miskin. Itu sebabnya ia dianggap seperti Robinhood dari Betawi. Perbuatan Si Pitung membuat pemerintah Belanda geram dan mengaggapnya sebagai ancaman. Namun menangkap Si Pitung bukan hal yang mudah karena ia dikenal jago silat dan sangat cerdik. Hadiah yang ditawarkan untuk menangkapnya pun sangat besar. Setelah berkejar-kejaran sekian lama, pemerintah Belanda berhasil menembak mati Pitung. Kendati sudah meninggal Pitung tetap ‘ditakuti’ pemerintah Belanda. Sebagai buktinya makam Si Pitung dijaga ketat oleh prajurit Belanda karena mereka takut Pitung akan bangkit dari kubur dan kembali beraksi.

Wiro Sableng

Beda dengan tokoh kepahlawanan lain yang terkesan cool, Wiro Sableng justru muncul sebagai karakter jagoan yang riang, lucu, dan ceriwis. Sejak bayi ia diasuh oleh gurunya yang bernama Sito Gendeng. Sementara kedua orangtuanya sudah meninggal di dalam rumah mereka yang terbakar, Wiro digembleng dengan ilmu silat oleh gurunya selama 17 tahun. Setelah beranjak dewasa Wiro baru kembali untuk mencari Suryanyali yang dulu telah membunuh orangtuanya dan membakar rumah. Selain menuntaskan misi balas dendam, Wiro juga berhadapan dengan musuh-musuh lain selama petualangannya. Wiro Sableng adalah tokoh fiktif yang berasal dari cerita persilatan yang ditulis oleh Bastian Tito. Selain lucu dan jago silat, Wiro juga memiliki karakter gentleman. Hal ini dibuktikan dalam cerita, dimana banyak wanita yang tertarik padanya namun Wiro sendiri hanya mengungkapkan perasaan pada dua wanita saja. Itu pun setelah berselang waktu yang panjang, dimana ia dan cinta pertamanya ternyata tak bisa bersatu.

Gajah Mada

Meski bukan seorang raja, popularitas Gajah Mada sebagai tokoh pahlawan dalam negeri tak perlu diragukan lagi. Patih dari kerajaan Majapahit ini dikenal sebagai prajurit yang tangguh sekaligus politikus berwawasan luas. Meski diragukan oleh banyak orang, ia tetap teguh memegang sumpahnya yang mengatakan tidak akan memakan buah palapa (rempah, diartikan juga sebagai kenikmatan dunia) sebelum berhasil mempersatukan wilayah nusantara. Nyatanya ia berhasil menyatukan hampir seluruh wilayah nusantara dan karena itu sumpahnya yang legendaris dikenal sebagai sumpah palapa. Gajah Mada membuktikan, seorang pria bukan hanya harus pintar dan kuat, tetapi juga bisa memegang janjinya.