Wednesday, 01 June 2016

Hati-hati, Nonton Film Ini Bisa Merusak Pernikahan

Nonton pornografi terkadang menjadi pilihan bagi sebagian orang untuk menyalurkan hasrat seksualnya. Tanpa sadar, kebiasaan ini berkembang menjadi kecanduan pornografi. Meskipun kamu bukan lagi anak-anak, pornografi ternyata tetap dapat memberikan dampak buruk, khususnya dalam hubungan pernikahan. Cari tahu mengapa pornografi bisa mengancam kelanggengan rumah tangga kamu bersama pasangan!

Bukan Satu-satunya
Bayangkan bagaimana perasaan pasanganmu jika tahu bahwa dirinya bukanlah satu-satunya yang bisa membuatmu ‘terangsang’? Tentu ia akan kecewa. Hal inilah yang akan terjadi jika kamu memiliki kebiasaan menikmati pornografi. Pornografi akan menstimulasi pusat gairah di otakmu, dengan adanya kebiasaan menikmati pornografi, maka otakmu lebih terbiasa merasa terangsang saat melihat video, foto, atau bahkan fantasi dibandingkan sosok manusia nyata. Akibatnya, kamu terpaksa harus merangsang diri dengan nonton film biru atau berfantasi sebelum berhubungan intim dengan si dia.

Meciptakan Rasa ‘Malas’
Dalam film biru, semua tokoh selalu merasa bergairah setiap saat, bahkan tanpa foreplay sekalipun. Padahal kenyataanya tidak demikian. Gairah harus dibangkitkan, apalagi bagi wanita! Tetapi kebiasaan melihat pornografi akan membuatmu malas berusaha. Saat dirimu merasa kesulitan merasa terangsang, kamu akan merasa kesal dan menyalahkan pasanganmu. Kamutidak menyadari bahwa kamu juga harus berperan menjadi kekasih yang baik saat akan melakukan hubungan intim. Hal ini membuatmu malas dan egois karena hanya memikirkan kepuasan dan kebutuhanmu sendiri.

Tak bisa bersikap Lembut
Film biru seringkali mengandung unsur kekerasan dan pemaksaan dalam hubungan intim. Tak ada foreplay, tak ada bersabar membuat pasanganmu merasa terangsang. Kamu hanya fokus untuk mencapai apa yang kamu inginkan. Hal ini membuatmu kesulitan untuk bersikap lembut dan penuh kasih sayang. Seks dan kasih sayang berada di dua jalur yang berbeda di kepala pecandu pornografi. Hubungan intim hanya sebatas interaksi tubuh dan kurang melibatkan aspek emosional.