Friday, 17 February 2017

Rencanakan Waktu Punya Anak dengan Cara Ini

Ada banyak alasan yang menyebabkan pasangan suami istri memutuskan menggunakan alat kontrasepsi. Bukan hanya karena belum siap memiliki atau menambah momongan, beberapa alat kontrasepsi juga dapat mencegah penularan penyakit seksual. Saat ini ada cukup banyak ragam metode kontrasepsi yang bisa Anda lakukan. Semuanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Kenali ragam metode dan alat kontrasepsi berikut ini sebelum memilih alat kontrasepsi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kondom (Pria)
Cara kerja : berbentuk menyerupai kantung dari bahan latex dan digunakan dengan cara disarungkan ke seluruh permukaan penis. Berfungsi untuk mencegah sperma memasuki vagina dengan efektivitas mencapai 82%.
Plus : Merupakan alat kontrasepsi yang paling efektif untuk mencegah penularan penyakit seksual.
Minus : Jika tujuan Anda adalah untuk mencegah kehamilan, maka kondom tidak terlalu efektif. Banyak kejadian dimana kondom menjadi rusak atau sobek karena gerakan tertentu saat berhubungan intim.

Kondom (Wanita)
Cara kerja : hampir serupa dengan kondom pria yang berbahan latex namun cara penggunaannya dimasukan ke dalam vagina. Fungsinya untuk menghalangi sperma masuk ke dalam vagina. Efektivitasnya mencapai 79%.
Plus : dapat mencegah penularan penyakit seksual dan dapat digunakan hingga 8 jam sebelum berhubungan intim.
Minus : kondom wanita dapat sobek ketika berhubungan intim, selain itu alergi terhadap bahan latex

Kap Serviks
Cara kerja : Bentuknya seperti topi pesulap dan terbuat dari lateks atau silikon. Tersedia dalam 3-4 pilihan ukuran. Kap serviks harus ditempatkan ke leher rahim tidak kurang dari 8 jam sebelum hubungan intim dan dapat dibiarkan selama 48 jam di dalam vagina.
Plus : Kap serviks adalah salah satu kontrasepsi yang paling aman. Tidak memiliki risiko kesehatan meskipun efektivitas mencegah kehamilan hanya 80%.
Minus : Tidak mencegah penularan penyakit seksual. Penggunaan kondom pria tetap dibutuhkan.

Diafragma
Cara kerja :
Alat kontrasepsi yang ditanamkan di vagina dan terbuat dari karet tipis berbentuk kubah yang kenyal dan fleksibel. Digunakan bersama dengan spermisida. Diafragma ditempatkan ke dalam vagina tidak kurang dari 6 jam sebelum bercinta dan tidak boleh tinggal di sana lebih dari 24 jam.
Plus : Efektivitas diafragma mencapai 80-94%. Bisa digunakan selama 24 jam asalkan Anda menggunakan spermisida setiap 6 jam.
Minus : Berpotensi tertinggal di dalam vagina. Sebagian pasangan juga mengaku kurang nyaman karena harus berulang kali menngaplikasikan spermisida.

Implan
Cara kerja : Sebuah batang plastik sekitar setengah ukuran dari batang korek api yang ditempatkan di bawah kulit Anda. Berguna untuk hormon progestin, yang mempengaruhi ovulasi dan membuat lendir serviks lebih tebal untuk memblokir sperma.
Plus : Efektivitas mencapai 99%. Dapat digunakan selama 3 tahun dan ada bisa melepasnya kapan saja Anda ingin.
Minus : harganya terbilang cukup mahal dan bisa menimbulkan efek samping ringan seperti jerawat, pertambahan berat badan, dan memengaruhi kekencangan payudara.

IUD/Spiral
Cara kerja :
Alat kontrasepsi untuk wanita yang banyak dipilih karena terbilang nyaman saat digunakan. IUD atau Intra Uterine Device dikenal juga dengan sebutan spiral. Cara menggunakannya adalah dimasukan ke dalam rahim wanita dengan bantuan dokter.
Plus : Efektivitasnya mencapai 99% dan bisa bertahan selama 2-5 tahun. Bisa dilepas kapan saja.
Minus : flek di awal pemakaian, kram menjelang haid, dan pada sebagaian orang dapat memengaruhi siklus haid.

Pil KB
Cara kerja : Merupakan pil yang mengandung hormon progesteron atau kombinasi antara estrogen dan progesteron. Haid akan menjadi sangat teratur.
Plus : Mudah didapat dan digunakan, bisa dihentikan kapan saja. Begitu pasangan Anda tidak mengonsumsi pil, maka kesuburan kembali normal.
Minus : Potensi hamil tetap tinggi begitu pasangan Anda menghentikan pemakaian. Jadi, jangan sampai lalai mengonsumsinya.

Suntik KB
Cara kerja :
Injeksi hormon progesteron yang dilakukan setiap 90 hari sekali oleh dokter, mencegah kehamilan dengan cara mempengaruhi ovulasi dan lapisan rahim, serta penebalan lendir serviks.
Plus : efektif hingga 98%, mudah dan cepat dilakukan.
Minus : Jika sering melakukan suntuk KB maka kehamilan dapat terhambat (meskipun tidak melakukan tindak pencegahan kehamilan.

Dengan memilih kontrasepsi yang tepat dan sesuai kebutuhan, Anda dan pasangan akan merasa lebih nyaman saat Berhubungan Intim. Tingkatkan juga stamina dengan mengonsumsi suplemen khusus pria dewasa, NEO hormoviton. Mengandung L-Arginine yaitu asam amino yang berperan memperbaiki aliran darah untuk aktivitas khusus pria dewasa, Ginseng Extract merupakan ekstrak dari tanaman dengan khasiat meningkatkan stamina tubuh, dan Pasak Bumi Extract bahan herbal yang digunakan secara turun temurun antara lain untuk meningkatkan produksi hormon testosterone dan meningkatkan performa fisik dan mental. Serta Vitamin B1, B6 dan B12 adalah vitamin-vitamin yang terkait dalam berbagai reaksi yang menghasilkan energi tubuh untuk aktivitas fisik.